Ilmu
kalam ialah ilmu yang membicarakan tentang wujudnya Tuhan (Allah), sifat-sifat
yang pasti ada padanya dan membicarakan tentang rasul-rasul tuhan, untuk
menetapkan kerasulannya dan mengetahui sifat-sifat yang mesti ada padanya, dan
sifat-sifat yang tidak mungkin ada padanya serta yang mungkin terdapat padanya.
Ada yang mengatakan ilmu kalam ialah ilmu yang menetapkan kepercayaan-kepercayaan
keagamaan (agama islam) dengan bukti-bukti yang yakin.
Di dalam nas kuno tidak terdapat perkataan Al-Kalam yang menunjukan suatu ilmu yang berdiri sendiri, seperti yang diartikan sekarang. Arti awal dari perkataan al Kalam ialah kata-kata tersusun yang menunjukan suatu maksud. Kemudian dipakai untuk menunjukan salah satu sifat tuhan, yaitu berbicara (berkata: al-nutqu). Dalam Al-Quran banyak kita dapati perkataan Kalamullah seperti dalam ayat 6 Al Bara ah. Perkataan al Kalam untuk suatu ilmu yang berdiri sendiri sebagaimana sekarang, pertama kalinya dipakai pada masa Abbasiyah atau pada masa al-Ma’mun. Sebelum masa itu pembahasan tentang kepercayaan-kepercayaan dalam Islam disebut al-fiqihu – fiddikn. Ilmu kalam juga dinamakan ilmu Tauhid. Arti tauhid ialah percaya kepada Tuhan Yang Manaha Esa. Tidak ada sekutunya. Ilmu kalam dinamakan ilmu Tauhid karena tujuannya ialah menetapkan keesaan Allah dalam zat dan perbuatannya. Dalam menjadikan alam semesta dan hanya ialah yang menjadi tempat tujuan terakhir alam ini. Prinsip inilah yang menjadi tujuan utama daripada keutusan Nabi Muhammad s.a.w. Ilmu kalam juga dinamakan ilmu Usul-u-ddin. Hal ini karena persoalan kepercayaan yang menjadi pokok utamanya
Di dalam nas kuno tidak terdapat perkataan Al-Kalam yang menunjukan suatu ilmu yang berdiri sendiri, seperti yang diartikan sekarang. Arti awal dari perkataan al Kalam ialah kata-kata tersusun yang menunjukan suatu maksud. Kemudian dipakai untuk menunjukan salah satu sifat tuhan, yaitu berbicara (berkata: al-nutqu). Dalam Al-Quran banyak kita dapati perkataan Kalamullah seperti dalam ayat 6 Al Bara ah. Perkataan al Kalam untuk suatu ilmu yang berdiri sendiri sebagaimana sekarang, pertama kalinya dipakai pada masa Abbasiyah atau pada masa al-Ma’mun. Sebelum masa itu pembahasan tentang kepercayaan-kepercayaan dalam Islam disebut al-fiqihu – fiddikn. Ilmu kalam juga dinamakan ilmu Tauhid. Arti tauhid ialah percaya kepada Tuhan Yang Manaha Esa. Tidak ada sekutunya. Ilmu kalam dinamakan ilmu Tauhid karena tujuannya ialah menetapkan keesaan Allah dalam zat dan perbuatannya. Dalam menjadikan alam semesta dan hanya ialah yang menjadi tempat tujuan terakhir alam ini. Prinsip inilah yang menjadi tujuan utama daripada keutusan Nabi Muhammad s.a.w. Ilmu kalam juga dinamakan ilmu Usul-u-ddin. Hal ini karena persoalan kepercayaan yang menjadi pokok utamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar